EDUKASI BREASTFEEDING FATHER SEBAGAI UPAYA MENDORONG KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KAMPUNG WONOSARI KELURAHAN BATU IX

Shinta Ayu Retnawati, Yeti Trisnawati

Sari


Stunting merupakan manifestasi dari gangguan pertumbuhan linier kronis yang terus menjadi tantangan kesehatan prioritas di Indonesia karena berdampak langsung pada penurunan kualitas sumber daya manusia. Bayi yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif secara adekuat memiliki kerentanan jauh lebih tinggi terhadap terjadinya stunting. Angka cakupan ASI Eksklusif di Provinsi Kepulauan Riau ini sempat mengalami fluktuasi dan mengalami tren penurunan dari 72,8% pada tahun 2022 menjadi 68,4% pada tahun 2023. Guna mengatasi hambatan asi eksklusif, keterlibatan suami melalui konsep breastfeeding father (Ayah ASI) memegang peran yang sangat krusial. Ketika seorang ayah secara aktif membagi peran dukungan emosional, membantu mengurus kebutuhan logistik bayi, dan meminimalkan beban stres ibu, maka atmosfer laktasi yang kondusif akan tercipta, sehingga produksi ASI menjadi lancar dan melimpah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi tentang breastfeeding father Kampung Wonosari Kelurahan Batu IX. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode pendidikan masyarakat (edukasi) dan konsultasi. Edukasi diberikan dengan bantuan leaflet yang berisi tentang breastfeeding father. Edukasi dilaksanakan dengan door to door ke rumah langsung ayah yang memiliki bayi baru lahir dibantu oleh kader posyandu setempat. Dari hasil plaksanaan pemberian edukasi tersebut diketahui pengetahuan peserta meningkat. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik.

 

Kata Kunci: Breastfeeding father, Edukasi, Asi eksklusif

Stunting, a manifestation of chronic linear growth disorders, continues to be a priority health challenge in Indonesia due to its direct impact on the decline in human resource quality. Infants who do not receive adequate exclusive breastfeeding are significantly more susceptible to stunting. The exclusive breastfeeding coverage rate in the Riau Islands Province has fluctuated and experienced a downward trend, from 72.8% in 2022 to 68.4% in 2023. To overcome barriers to exclusive breastfeeding, husband involvement through the concept of breastfeeding fathers plays a crucial role. When a father actively shares the role of emotional support, helps with the baby's logistical needs, and minimizes the mother's stress burden, a conducive lactation atmosphere is created, resulting in smooth and abundant breast milk production. The purpose of this activity is to provide education about breastfeeding fathers in Wonosari Village, Batu IX Subdistrict. This community service activity was carried out using community education and consultation methods. Education was provided using leaflets containing information about breastfeeding fathers. The education program was conducted door-to-door, visiting the homes of fathers with newborns, assisted by local integrated health post (Posyandu) cadres. The educational program demonstrated increased knowledge among participants, and the community service program was successful.

 

Keywords: Breastfeeding father, Education, Exclusive breastfeeding


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Pengabdian Masyarakat Anugerah Bintan is indexed by: