PERANGSANGAN PUTING SUSU TERHADAP WAKTU PENGELUARAN PLASENTA PADA KALA III PERSALINAN
Sari
Kala III persalinan merupakan kala pengeluaran plasenta, dimana kala ini dapat terjadi perdarahan pada ibu setelah persalinan yang disebabkan oleh retensio plasenta karena kelemahan atau tidak adanya kontraksi uterus. Hal ini dapat timbul karena salah penanganan kala III persalinan. Perangsangan puting adalah sebuah teknik yang diyakini dapat membantu merangsang timbulnya kontraksi pada rahim karena menghasilkan oksitosin alami yang berperan penting dalam proses persalinan dan pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas perangsangan puting susu terhadap waktu pengeluaran plasenta pada kala III persalinan Di PMB Siswati, SST Tanjungpinang. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre eksperimen design dengan static group comparison. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan 30 responden yang terbagi menjadi 15 responden kelompok kontrol dan 15 responden kelompok intervensi. Hasil dari penelitian menunjukkan rata-rata waktu pengeluaran plasenta yang dilakukan perangsangan puting susu adalah 6,07 menit dan kelompok yang tidak dilakukan perangsangan puting susu adalah 10,12 menit. Hasil statistik menunjukkan bahwa nilai p value 0,004. Dapat disimpulkan ada pengaruh perangsangan puting susu terhadap waktu pengeluaran plasenta. Diharapkan kepada seluruh tenaga kesehatan khususnya bidan dapat memberikan penyuluhan kepada ibu hamil tentang manfaat dari perangsangan puting susu pada saat persalinan.
Kata Kunci : perangsangan puting susu, kala III, kontraksi
ABSTRACT
The third stage of labor is the stage of expulsion of the placenta, where at this time there can be bleeding in the mother after delivery caused by retained placenta due to weakness or absence of uterine contractions. This can arise due to mishandling of the third stage of labor. Nipple stimulation is a technique that is believed to help stimulate contractions in the uterus because it produces natural oxytocin which plays an important role in the birth process and milk production. This study aims to determine the effectiveness of nipple stimulation on the timing of expulsion of the placenta in the third stage of labor at PMB Siswati, SST Tanjungpinang. This research method uses a pre-experimental research design with static group comparison. The sampling technique used was accidental sampling with 30 respondents divided into 15 control group respondents and 15 intervention group respondents. The results of the study showed that the average time for expulsion of the placenta with nipple stimulation was 6.07 minutes and the group without nipple stimulation was 10.12 minutes. Statistical results show that the p value is 0.004. It can be concluded that there is an effect of nipple stimulation on the time of expulsion of the placenta. It is hoped that all health workers, especially midwives, can provide counseling to pregnant women about the benefits of nipple stimulation during childbirth.
Keywords: nipple stimulation, third stage, contraction
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Anggraeni, A, D. (2012). Pengaruh Rangsangan Puting Susu Terhadap Peningkatan Kontraksi Uterus pada Ibu Inpartu kala II di Polindes Anyelir Tunggalpager Pungging. Hospital Majapahit, 4(2).
Hou JH, Lee TH, Wang SY, Lai HC, M. S. (2021). Spontaneous uterine rupture at a non-cesarean section scar site caused by placenta percreta in the early second trimester of gestation: A case report. Taiwan J Obstet Gynecol, 60(4),78478https://doi.org/doi:10.1016/j.tjog.202 1.05.037.
Huliana, M. 2003. Perawatan Ibu Pasca Melahirkan. Jakarta : Puspaswara.
Ilmiah, W. (2015). Buku Ajar Asuhan Persalinan Normal. Nuha Medika.
Khotijah, D. (2014). Hubungan Usia Dan Paritas Dengan Kejadian Retensio Plasenta Pada Ibu Bersalin. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 5(1).
Nurasiah, D. (2012). Asuhan Persalinan Normal Bagi Bidan. Refika Aditama.
Prawirohardjo. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka, 2007.
Rohani. Asuhan Kebidanan Pada Masa Persalinan. Jakarta: Salemba Medika, 2011.
Saifuddin. Pelayanan Kesehatan Maternal & Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 2006.
Takeda A, Koike W, K. T. (2021). Uterine artery chemoembolization followed by hysteroscopic resection for management of retained placenta accreta with marked vascularity after evacuation of first-trimester miscarriage in angular pregnancy: A case report. Case Reports Women’s Heal.
Wiyani, R, D. (2017). Hubungan Antara Umur Dengan Kejadian Retensio Plasenta Pada Ibu Bersalin. Jurnal Darul Azhar, 3(1).
Yunita, F. (2010). Pengaruh Pemberian Rangsangan Puting Susu dengan Pemilinan pada Manajemen Aktif Kala III terhadap Waktu Kelahiran Plasenta di Kota Surakarta. 1(1).
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Cakrawala Kesehatan is indexed by:





