HUBUNGAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB DENGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI IMPLAN DI KAMPUNG BULANG KOTA TANJUNGPINANG
Sari
Latar Belakang: Berdasarkan data pencapaian peserta KB untuk kontrasepsi Implant se-Kota Tanjungpinang, yang terendah adalah di kelurahan Kampung Bulang (2,17%). Jumlah akseptor KB terbanyak berada di RW X. Dari hasil survei awal terhadap 10 orang akseptor KB didapatkan hasil bahwa 75% mengatakan tidak memakai Implant dengan alasan kurang mengetahui, baik dari segi cara kerja, cara pemakaian, manfaat dan efektifitas Implant. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan akseptor KB dengan pemakaian kontrasepsi Implant di RW X Kelurahan Kampung Bulang Kecamatan Tanjungpinang Timur Tahun 2018.
Metode: Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode analitik dan dilakukan dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 105 orang akseptor KB. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling, sehingga jumlah sampel sama dengan jumlah populasinya. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan akseptor KB, sedangkan variabel dependen adalah pemakaian kontrasepsi Implant. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dengan menggunakan analisis uji statistik Chi Square (X2).
Hasil: Hasil analisis data dengan menggunakan Chi Square (X2), pada taraf signifikansi 5% (0,05). Ketentuan signifikan apabila X2 hitung lebih besar daripada X2tabel. Berdasarkan hasil analisis di atas diperoleh harga X2 hitung sebesar 13,831 sedangkan X2hitung pada tabel Chi Square yang sudah baku dengan df=2 dan taraf signifikansi=0,05 diperoleh harga sebesar 5,991. Oleh karena X2hitung lebih besar daripada X2tabel (13,831 > 5,991), maka dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan akseptor KB dengan pemakaian kontrasepsi Implant.
Kesimpulan: semakin kurang pengetahuan akseptor KB tentang Implant maka akan semakin kurang juga akseptor KB yang memakai kontrasepsi Implant. Diharapakan bagi tenaga kesehatan khususnya Bidan bekerja sama merangkul dan membantu akseptor KB dalam menentukan metode kontrasepsi yang efektif dan berdaya guna tinggi.
Kata Kunci : pengetahuan, kontrasepsi implan
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.
. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.
BKKBN. (2003). Kamus Istilah Kependudukan, KB, dan Keluarga Sejahtera. Jakarta : BKKBN.
.(2009). Cara-Cara Kontrasepsi yang Digunakan Dewasa ini. www.bkkbnjatim.go.id.
. (2012). Laporan Umpan Balik Hasil Pelaksanaan Sub Sistem Pencatatan dan Pelaporan Pelayanan kontrasepsi. Jakarta : BKKBN, Direktorat Pelaporan dan Statistik.
. (2012). Rencana Aksi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Jakarta : BKKBN, Deputi Bidang KB dan KR.
Dewi, M dan Wawan, A (2010). Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia. Yogyakarta : Mulia Media.
Handayani, S. (2010). Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Jakarta : Rineka Cipta.
Hartanto, H. (2004). Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta : Salemba.
Hastono, SP. (2010). Statistik Kesehatan. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada.
Hidayat, AAA. (2007). Metode Penelitian Kebidanan Teknis Analisis Data. Jakarta : Salemba Medika.
. (2010). Metode Penelitian Kebidanan Teknis Analisis Data. Jakarta : Salemba Medika.
. (2010). Metode Penelitian Kesehatan Paradigma Kuantitatif. Jakarta : Salemba Medika.
Hidayat, T, dkk. (2011). Panduan Lengkap Menguasai SPSS 19 untuk Mengolah Data Statistik Penelitian. Jakarta : Media Kita.
Imbarwati. (2009). Beberapa Faktor yang Berkaitan dengan Penggunaan KB IUD pada Peserta KB Non IUD Di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Skripsi. FK Undip, Semarang.
Kusumaningrum, R. (2009). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Jenis Kontrasepsi yang Digunakan pada PUS. Skripsi. FK Undip, Semarang.
Manuaba, IBG. (2010). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan . Jakarta : EGC.
Nasution,S.L. (2011). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan MKJP di Enam Wilayah Indonesia. Jakarta : Puslitbang KB dan Keluarga Sejahtera BKKBN.
Notoadmodjo, S. (2007). Kesehatan Masyarakat : Ilmu dan Seni. Jakarta : Rineka Cipta.
. (2010). Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
. (2010). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
. (2011). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Novitasari, R. (2012). Gambaran Pengetahuan Akseptor tentang Alat Kontrasepsi Bawah Kulit di Wilayah kerja Puskesmas Kampung Bugis Kecamatan tanjungpinang Kota. KTI Akademi Kebidanan Anugerah Bintan, Tanjungpinang.
Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
Pendit. B. U. (2007). Ragam Metode Kontrasepsi. Jakarta : EGC.
Pinem, S. dkk (2008). Pelayanan Keluarga Berencana dan Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : Trans Info Media.
Priyatno, Duwi (2010). Paham Analisa Statistik Data dengan SPSS. Yogyakarta : Media Kom.
Sarwono. (2008). Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Saifuddin, A.B, Ed. (2006). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi Edisi 2. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Satiarsih, S. (2011). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Minat Akseptor KB Terhadap AKDR pada Pasangan Usia Subur di Kelurahan Dompak Kecamatan Bukit Bestari. Skripsi STIKES Karimun Batam.
Sugiyono (2009). Metode Penelitian Kombinasi. Bandung : Alfabeta.
Syarifudin, B. (2009). Panduan TA Keperawatan dan Kebidanan dengan SPSS. Yogyakarta : Grafindo Litera Media.
Timoria, J. (2011). Hubungan Pengetahuan Akseptor KB dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD di Wilayah Puskesmas Kampung Bugis Kecamatan Tanjungpinang Kota. KTI Akademi Kebidanan Anugerah Bintan, Tanjungpinang.
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Cakrawala Kesehatan is indexed by:





