TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN DI PMB RIRIK PUJI LESTARI TAHUN 2025
Sari
Menurut Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, AKI akan mencapai 179 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2023. Memberikan pelayanan obstetrik yang lebih intensif kepada ibu hamil pada trimester ketiga merupakan salah satu cara untuk mempercepat penurunan AKI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi nyeri persalinan Ny. D pada tahun 2025 dengan menggunakan teknik relaksasi napas dalam sebagai tambahan pelayanan obstetrik suplemental di PMB Ririk Puji Lestari. Penulis melakukan studi kasus tentang penatalaksanaan obstetrik dengan menggunakan metode observasional deskriptif. Ny. D, seorang perempuan berusia 28 tahun dengan G2P1A0 yang sedang hamil 38 minggu, menjadi pasien penelitian. Anamnesis, observasi, dan pencatatan merupakan beberapa teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data. Membandingkan data yang terkumpul dengan gagasan yang telah ada memungkinkan penyelesaian proses analisis data. Teknik relaksasi napas dalam merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengurangi ketidaknyamanan persalinan, terutama pada tahap awal persalinan aktif. Teknik relaksasi napas dalam biasanya menghasilkan ketidaknyamanan yang meningkat dari 8 menjadi 4. Pada tahap awal persalinan, fase aktif berlangsung selama dua jam. Sebagai kesimpulan, Ibu D, 28, G2P1A0, menemukan bahwa teknik relaksasi napas dalam ini cukup bermanfaat dalam mengurangi ketidaknyamanan persalinan dan mempercepat fase aktif persalinan.
Kata Kunci : Persalinan kala I fase aktif, relaksasi nafas dalam, Nyeri persalinan.
According to the Tanjungpinang City Health Office, the MMR will be 179 per 100,000 live births by 2023. The goal of this study was to lessen Mrs. D's labor pain in 2025 by using deep breathing relaxation techniques in addition to supplemental obstetric care at PMB Ririk Puji Lestari. The author conducted a case study on obstetric management using a descriptive observational method. Mrs. D, a 28-year-old woman with G2P1A0 who was 38 weeks pregnant, served as the study's patient. Anamnesis, observation, and recording were among the techniques used to gather data. Comparing the gathered data with established ideas allowed for the completion of the data analysis process. Deep breathing relaxation techniques are one of the most effective ways to lessen labor discomfort, particularly during the first stage of active labor. Deep breathing relaxation techniques typically result in discomfort going from an 8 to a 4. In the initial stage of labor, the active phase lasts for two hours. In conclusion, Mrs. D, 28, G2P1A0, finds that this deep breathing relaxation technique is quite useful in lowering labor discomfort and speeding up the active phase of labor.
Keywords: Active phase of labor, deep breathing relaxation, labor pain.
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Ahmad, M., Ahmar, H., Liantanty, F., Fatmasari, B. D., Bakri, K. R. R., Hilinti, Y., & Sukarta, A. (2023). Penatalaksanaan Nyeri Non Farmakologis (Cetakan 1). CV.
Sarnu Untung.
https://books.google.co.id/bo oks?id=qNO5EAAAQBAJ&prints ec=frontcover&dq=nyeri+persa linan&hl=id&newbks=1&newbk s_redir=0&source=gb_mobile_s earch&sa=X&redir_esc=y#v=n epage&q&f=false
Ardini, W. A. (2023). Pengaruh Latihan Birth Ball Terhadap Pengurangan. 1(1)
Astuti, T., & Bangsawan, M. (2019). Aplikasi Relaksasi Nafas dalam terhadap Nyeri Persalinan Kala I Ibu Bersalin. Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik, 15(1),
https://ejurnal.poltekkestjk.a c.id/index.php/JKEP/article/vie w/1359/951
Barus, Z. B. O., Widiyanti, D., & Yulyana,
N. (2023). Penggunaan Birthing Ball Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 5053-5061.
Dinkes Kepri. (2023). Profil Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2019-2023 (Kemenkes RI, 2022;
Dinkes Kepri, 2023).
Dirgahayu, I., Nety, R., & Ni’Matul, I. (2022). Reklaksasi Nafas Dalam Menurunkan Intensitas Nyeri Persalinan Kala I: Literature Review. Jurnal Keperawatan.
Fitria, C. T. N., Runjati, R., Patriajati, S., & Anwar, C. (2020). Innovation relaxation belts to reduce labor pain itensity and increase β- endoprhine levels. Medisains, 18(2), 69.
Guo, H., Que, M., Shen, J., Nie, Q., Chen, Y., Huang, Q., & Jin, A. (2022). Effect of Music Therapy Combined with Free Position Delivery on Labor Pain and Birth Outcomes. Applied Bionics and Biomechanics, 2022.
Pramudita, M., Salam, P. R., Nurvitasari,
R. D., & Stikes Bhakti Al-Qodiri. (2024). Pengaruh Pemberian Kompres hangat Terhadap Penurunan Nyeri Persalinan. Medical Journal of Al-odiri Jurnal Keperawatan dan Kebidanan, 9(1), 49-57.
Setiani, E. T., Latifah, L., & Anggraeni, M. D. (2023). The Effect of Birth Ball Therapy on the Intensity of Spontaneous Labor Pain, 20-32.
Supriatiningsih, Herlina, Wulandari, L. A., Retno, S. N., & Kanedi, M. (2023). Effect of pelvic rocking exercise using the birth ball on fetal lie, attitude and presentation. International Journal of Women’s Health
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Cakrawala Kesehatan is indexed by:





