LAPORAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN IKTERUS DI PUSKESMAS SIMOMULYO SURABAYA

Wahyu Surya Amelia, Fitria Nurwulansari, Evi Yunita Nugrahini, Titi Maharani

Sari


Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram dan berisiko mengalami berbagai komplikasi, salah satunya ikterus neonatorum. Bayi BBLR memiliki risiko lebih tinggi mengalami ikterus karena fungsi hati yang belum matang sehingga proses metabolisme dan ekskresi bilirubin belum optimal. Apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kernikterus. Tujuan Asuhan ini mendeskripsikan asuhan kebidanan pada berat badan lahir rendah dengan ikterus di Puskesmas Simomulyo Surabaya menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Laporan ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Subjek laporan kasus adalah satu neonatus dengan diagnosis BBLR disertai ikterus neonatorum di Puskesmas Simomulyo Surabaya. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Hasil pengkajian menunjukkan bayi mengalami BBLR disertai ikterus neonatorum. Asuhan kebidanan yang diberikan meliputi pemantauan keadaan umum dan tanda-tanda vital, observasi derajat ikterus, pemenuhan kebutuhan nutrisi melalui pemberian ASI secara adekuat, menjaga kestabilan suhu tubuh, edukasi kepada ibu, serta pemantauan perkembangan bayi secara berkelanjutan. Setelah dilakukan asuhan kebidanan, kondisi bayi menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan kemampuan menyusu yang baik, suhu tubuh stabil, dan berkurangnya tanda-tanda ikterus. Hasil ini menunjukkan bahwa asuhan kebidanan yang komprehensif dan berkesinambungan dapat membantu mempercepat pemulihan bayi serta mencegah terjadinya komplikasi. Asuhan kebidanan pada berat badan lahir rendah dengan ikterus yang dilakukan secara komprehensif melalui pemantauan kondisi bayi, pemenuhan nutrisi, menjaga suhu tubuh, dan edukasi kepada keluarga mampu meningkatkan kondisi kesehatan bayi serta mendukung proses pemulihan secara optimal.

Kata Kunci : Berat Badan Lahir Rendah, BBLR, Ikterus Neonatorum, Asuhan Kebidanan, Neonatus.

 

Low Birth Weight (LBW) refers to infants born weighing less than 2,500 grams who are at risk of various complications, one of which is neonatal jaundice. LBW infants face a higher risk of jaundice due to immature liver function, which results in suboptimal bilirubin metabolism and excretion. If not managed properly, this condition can lead to serious complications such as kernicterus. The objective of this care is to describe the midwifery care provided to an LBW infant with jaundice at the Simomulyo Community Health Center (Puskesmas) in Surabaya, utilizing the midwifery management approach and SOAP documentation. This report employs a case study method incorporating the midwifery management approach and SOAP documentation. The subject of the case report is a neonate diagnosed with LBW and neonatal jaundice at the Simomulyo Community Health Center, Surabaya. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, and document reviews. Assessment results indicated that the infant had LBW accompanied by neonatal jaundice. The midwifery care provided included monitoring general condition and vital signs, observing the severity of jaundice, meeting nutritional needs through adequate breastfeeding, maintaining stable body temperature, providing education to the mother, and continuously monitoring the infant's development. Following the midwifery care, the infant's condition improved, evidenced by good breastfeeding ability, stable body temperature, and a reduction in signs of jaundice. These results demonstrate that comprehensive and continuous midwifery care can accelerate the infant's recovery and prevent complications. Comprehensive midwifery care for LBW infants with jaundice—involving condition monitoring, nutritional support, temperature maintenance, and family education—effectively improves the infant's health status and supports optimal recovery.

Keywords: Low Birth Weight, LBW, Neonatal Jaundice, Midwifery Care, Neonate.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aulia, R. (2025). Implementation of Continuity of Care for Infants in the Management of Neonatal Jaundice at Community Health Centers. Prosiding Seminar Nasional UNIMUS, 8(2654–3168), 747–753.

Cory’ah, F. A. N., Hanafi, F., Sopiatun, R., & Sulistiana, Y. (2023). Studi Kasus: Asuhan Kebidanan Pada Bayi Ny “F” dengan BBLR dan Hiperbilirubinemia. INDONESIAN HEALTH ISSUE, 2, 135–142.

Dewi, G. A. C. M. K., Benvenuto, A. F., & Herlinawati, D. K. (2026). HUBUNGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM DI RSUD PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT. INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH RESEARCH INNOVATION(IJHRI), 03, 39–45.

Dewi, Sumarmi, Hamka, Hermadin, & Nuryana, R. (2025). Counseling on the Care of Low Birth Weight (LBW) Infants to Improve the Capacity of Postpartum Mothers in Neonatal Care. Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan, 3, No. 2(3031–0032), 1–9.

Faisal, S. F. A., Benvenuto, A. F., Halia, W., & Sugianto, P. (2024). Hubungan Prematuritas, BBLR dan Asfiksia dengan Kejadian Ikterus Neonatorum. Empiricism Journal, 5, 47–59.

Gemilastari, R., Zeffira, L., Malik, R., & Septiana, V. T. (2024). Karakteristik Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Scientific Journal, III, 16–26.

Handayani, P., & Susianty, N. (2024). Penanganan Ikterus Fisiologis pada Bayi Baru Lahir Melalui Terapi Jemur Pagi. Jurnal Medika Nusantara, 2(Jurnal Medika Nusantara Volume. 2 Nomor. 4 Tahun 2024 e-ISSN: 2986-7061, dan p-ISSN: 2986-7878, Hal. 112-118), 112–118.

Jubella, M., Taherong, F., & Alza, N. (2022). Manajemen Asuhan Kebidanan Segera Bayi Baru Lahir Berkelanjutan pada Bayi Ny “M” dengan Ikterus Neonatorum Fisiologis di Rumah Sakit Umum Bahagia Makassar Tahun 2021. JURNAL MIDWIFERY, 4, 65–76.

Juntika, L. P., Rafidah, Yuniarti, & Hipni, R. (2025). The Relationship among Maternal Anemia, Age, And Parity with Low Birth Weight at H. Boejasin Hospital). Jurnal Kebidanan Bestari, 9.(1)(2656–2251), 1–14.

Nurma, Uly, N., Sainuddin, S., & Palluturi, S. (2025). Analisis Kejadian Ikterus Neonatorumpada Bayi di RS Hikmah Sejahtera Sukamaju Palpop Tahun 2025. Jurnal Ilmiah Kedokteran Dan Kesehatan, 4, 381–396.

Pratama, R., Khofifah, N., Armah, Z., & Rafika, R. (2022). Analisis Bilirubin dan Hemoglobin Pada Bayi Baru Lahir. Lontara Journal of Health Science and Technology, 3, 104–108.

Puspasari, I. H., Hidayati, N., Afliza, V. M., Kebidanan, P. S. d3, Kesehatan, F. I., & Buana, U. W. (2026). ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR DENGAN IKTERUS FISIOLOGIS. Jurnal Kesehatan Wira Buana, 10, 188– 196.

Puspitasari, E., Arfianti, M., & Azissah, D. (2026). Hubungan Status Gizi, Usia Ibu Dan Paritas Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di Wilayah Uptd Puskesmas Perawatan Betungan. MULTI DISIPLIN DEHASEN (MUDE), 5, 1179–1192.

Rangkuti, L. F., & Merida, Y. (2026). Dimensi Fisiologis dan Adaptasi Awal Bayi Baru Lahir dalam Tinjauan Pustaka Ilmu Kebidanan dan Neonatologi. BIDANA: Jurnal Ilmu Dan Praktik Kebidanan, Vol.1, Issue 2,2026, 1(2), 30– 42.

Rusdin, J., Mulyaningsih, S., Melani, N. A. D., & Bilondatu, F. (2026). Pengaruh Perawatan Metode Kanguru Terhadap Stabilitas Suhu Tubuh Dan Peningkatan Berat Badan Pada BBLR Di RSIA Sitti Khadidjah Kota Gorontalo. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 9(2622–7487), 204–2012.

Setyoboedi, B., Utomo, M. T., Prihaningtyas, R. A., Farahdina, F., Rahmah, N., & Arief, S. (2023). Socialization of Prolonged Jaundice and Stool Color Cards For Early Detection of Biliary Atresia In Midwife In Jombang. JURNAL ABDIINSANI, 10, 1813–1822.

Siswari, B. D., Yanti, E. M., & Priyatna, B. E. (2023). Hubungan Kelahiran Prematur dengan Kejadian Ikterus Neonatorum pada Bayi Baru Lahir di RSUD. Journal of Pharmaceutical and Health Research, 4, 319–325.

Sulistiawati, S, D., Nainggolan, A. W., Nuraisyah, & Yudiyanto, A. R. (2024). Faktor-faktor yang Memengaruhi Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di RSSapta Medika Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara Tahun 2024. The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research, 2, 48–56.

Sumiyati, Niar, & Ariani. (2023). Studi Penerapan Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Dengan Ikterus Fisiologis. Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan, XVI, 45–51.

Utami, A. T., & Arifah, S. (2024). Bayi baru lahir dengan ikterus fisiologis di RS PKU Muhammadiyah Delanggu. Prosiding Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2, 2232–2238.

Widodo, S. T., & Kusbin, T. B. A. (2023). Pendekatan Klinis Neonatus dan Bayi Ikterus. CDK-317, 50, 332–338.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Cakrawala Kesehatan is indexed by: