EDUKASI STUNTING PADA WANITA PRANIKAH DI KAMPUNG WONOSARI KELURAHAN BATU IX KOTA TANJUNGPINANG

Yeti Trisnawati, Ani Mulyandari

Sari


Stunting adalah permasalahan kurang gizi kronis berdampak pada perkembangan anak. Prevalensi stunting di Kota Tanjungpinang pada tahun 2021 adalah 18,8%.  Pemerintah telah berkomitmen bahwa pada tahun 2024, target prevalensi nasional harus dicapai sebesar 14%, sehingga diperlukan keseriusan bagi pemerintah untuk melakukan strategi yang tepat dalam melakukan percepatan penurunan stunting. Calon pengantin wanita merupakan sasaran yang strategis dalam mensosialisasikan program pencegahan stunting karena factor ibu sangat berpengaruh pada kejadian stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya calon pengantin wanita dalam upaya pencegahan stunting di Kampung Wonosari. Metode yng digunakan dalam pengabdian ini dimulai dari tahap persiapan, sosialisasi dan pelaksanaan langsung ke rumah peserta dengan bantuan alat leaflet, dengan sebelumnya dilakukan pretest dan posttest untuk evaluasi. Dari hasil pelaksanaan pemberian pendidikan kesehatan tersebut diketahui pengetahuan peserta meningkat. Perlu dilakukan penyuluhan rutin terhadap calon pengantin dalam rangka meningkatkan kesehatan ibu dan bayi khususnya dalam pencegahan stunting pada anak secara dini.

Stunting is a chronic malnutrition problem that has an impact on child development. The prevalence of stunting in Tanjungpinang City in 2021 is 18.8%. The government has committed that by 2024, the national prevalence target must be achieved at 14%, so the government is serious about implementing the right strategy to accelerate stunting reduction. Prospective brides are a strategic target in disseminating stunting prevention programs because the mother's factor is very influential in the incidence of stunting. This community service activity is to increase public knowledge, especially prospective brides, in an effort to prevent stunting in Wonosari Village. The method used in this service starts from the preparation, socialization and implementation stages directly to the participant's house with the help of a leaflet, with previously carried out a pretest and posttest for evaluation. From the results of the implementation of health education it is known that the participants' knowledge has increased. It is necessary to carry out routine counseling for prospective brides in order to improve the health of mothers and babies, especially in preventing stunting in early childhood.

 


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Pengabdian Masyarakat Anugerah Bintan is indexed by: