PENYULUHAN ANEMIA, PEMERIKSAAN HB DAN PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH BAGI REMAJA PUTRI DI SMP 23 MANTANG TAHUN 2024

Kartika Sri Dewi Batubara, Rita Ridayani

Sari


ABSTRAK

Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah hemoglobin dalam darah kurang dari normal. Hemoglobin (Hb) ini dibuat didalam sel darah merah, sehinga anemia dapat terjadi baik karena sel darah merah mengandung terlalu sedikit hemoglobin maupun sedikit hemoglobin ataupun karena jumlah sel darah yang tidak cukup. ejadian anemia pada remaja di Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan remaja putri usia 15-19 tahun mengalami anemia sebanyak 38,1% dan remaja putra sebanyak 19,7%. Angka kejadian anemia di Kabupaten Bintan berdasarkan data dari Dinkes Provinsi Kepulauan Riau, yang mengalami anemia pada remaja putri pada tahun 2020 dengan usia 15-19 tahun yaitu berjumlah 54,48%. Lokasi pelaksanaan ialah SMP 23 Desa Mantang Kab Bintan. Kegiatan penyuluhan dan penyuluhan dilakukan terhadap 60 orang siswa. Pengabdi membuat grup yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa, kemudian menyampaikan materi dengan menggunakan Leaflet dan Power Point yang telah dirancang sebelumnya sebagai alat penyuluhan. Leaflet yang dibagikan berjudul “Cegah Anemia, Pemeriksaan HB dan Tablet tambah Darah. Kegiatan penyuluhan berhasil dilaksanakan sehingga diperoleh respon serta antusiasme yang baik dari responden. Hal ini ditunjukkan dengan antusias responden bertanya dan membagikan informasi yang didapat. Penyuluhan yang diberikan juga tersampaikan dengan baik yang dibuktikan dari peningkatan pengetahuan responden terkait Anemia dengan melihat perbandingan hasil pre-test dan post-test. Untuk itu, kegiatan penyuluhan menggunakan media penyuluhan sangat penting diterapkan sebagai salah satu upaya peningkatan pengetahuan masyarakat terutama kelompok rentan yaitu remaja.

Kata Kunci: Penyuluhan, Anemia, Remaja

 

ABSTRACT

Anemia is a condition in which the amount of hemoglobin in the blood is less than normal. Hemoglobin (Hb) is made in red blood cells, so anemia can occur either because red blood cells contain too little hemoglobin or little hemoglobin or because the number of blood cells is not enough. The incidence of anemia in adolescents in Riau Islands Province shows that adolescent girls aged 15-19 years experience anemia as much as 38.1% and adolescent boys as much as 19.7%. The incidence of anemia in Bintan Regency is based on data from the Riau Islands Provincial Health Office, which experienced anemia in adolescent girls in 2020 with the age of 15-19 years, which amounted to 54.48%. The location of the implementation is SMP 23 Mantang Village, Bintan Regency. Counseling and counseling activities were carried out for 60 students, The community service creates a group consisting of lecturers and students, then delivers the material using leaflets and Power Points that have been designed in advance as an extension tool. The leaflet distributed was entitled "Prevent Anemia, HB Examination and Blood Tablets". The counseling activities were successfully carried out so that a good response and enthusiasm were obtained from the respondents. This is shown by the enthusiasm of respondents asking questions and sharing the information obtained. The counseling provided was also well conveyed, as evidenced by the increase in respondents' knowledge related to Anemia by looking at the comparison of pre-test and post-test results. For this reason, counseling activities using counseling media are very important to be implemented as one of the efforts to increase public knowledge, especially vulnerable groups, namely adolescents

Keywords: Counseling, Anemia, Adolescents.


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Pengabdian Masyarakat Anugerah Bintan is indexed by: