EDUKASI PENCEGAHAN INFEKSI VAGINA ( KEPUTIHAN ) PADA IBU AKSEPTOR KB IUD DI POSYANDU DAHLIA WILAYAH KERJA PUKESMAS MEKAR BARU
Sari
Intra Uterine Device (IUD) atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) yang merupakan jenis metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dan sangat efektif. Efek samping yang sering timbul pada kontrasepsi iud adalah keputihan. Keputihan akibat KB IUD dapat disebabkan oleh IUD sebagai benda asing yang memicu iritasi dan produksi lendir berlebih, bisa juga karena infeksi akibat pemasangan IUD yang kurang steril. Penyebab lain termasuk infeksi bakteri, jamur, atau parasit (seperti trikomoniasis) karena ketidakseimbangan flora normal vagina, serta efek samping dari hormon pada IUD jenis tertentu.Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan menggunakan metode sosialisasi dan penyuluhan yang berfokus pada pencegahan infeksi vaginosis bakterial pada pengguna KB khsuusnya KB IUD. Pada kegiatan ini didapatkan nilai peningkatan pre-test dan post-test, dimana nilai rata-rata pre-test sebesar 63 meningkat menjadi 86 pada post-test. Peningkatan ini menjelaskan bahwa intervensi yang diberikan, berupa Edukasi atau penyuluhan berhasil meningkatkan pemahaman atau kemampuan peserta. Disarankan agar kegiatan edukasi mengenai pencegahan infeksi VB/keputihan dilakukan secara rutin untuk memperkuat pengetahuan akseptor KB IUD dan meningkatkan kesadaran masyarakat secara luas.
Kata Kunci : Intra Uterine Device (IUD), Keputihan, Edukasi
The Intrauterine Device (IUD) is a highly effective long-term contraceptive method (MKJP). A common side effect of IUDs is vaginal discharge. Vaginal discharge due to IUDs can be caused by the IUD acting as a foreign object, triggering irritation and excess mucus production, or by infection due to inadequately sterilized IUD insertion. Other causes include bacterial, fungal, or parasitic infections (such as trichomoniasis) due to an imbalance in the normal vaginal flora, as well as side effects of hormones in certain types of IUDs. This community service activity was implemented using outreach and counseling methods focused on preventing bacterial vaginosis infections in contraceptive users, particularly those using IUDs. This activity resulted in an increase in pre-test and post-test scores, with the average pre-test score increasing from 63 to 86 in the post-test. This improvement demonstrates that the intervention, in the form of education and counseling, successfully improved participants' understanding and abilities. It is recommended that educational activities regarding the prevention of BV infection be conducted regularly to strengthen the knowledge of IUD users and raise wider public awareness.
Keywords: Intrauterine Device (IUD), Vaginal Discharge, Education
Teks Lengkap:
PDFRefbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Anugerah Bintan is indexed by:





