EDUKASI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL DAN PENANGANANNYA

Shinta Ayu Retnawati, Ani Mulyandari, Muslim Muslim

Sari


Sekitar 50-90% perempuan hamil mengalami keluhan mual dan muntah. Keluhan ini biasanya disertai dengan hipersalivasi, sakit kepala, perut kembung, dan rasa lemah pada badan. Dampak psikologis dari mual dan muntah selama kehamilan mempengaruhi kualitas hidup ibu hamil. Sebagian ibu hamil menganggap mual dan muntah sebagai hal yang wajar di awal kehamilan, sementara sebagian lainnya menganggapnya sebagai kondisi yang sangat tidak nyaman dan mengganggu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode pendidikan masyarakat (edukasi) dan konsultasi. Edukasi diberikan dengan bantuan leaflet yang berisi tentang materi mual muntah pada kehamilan dan penanganannya. Edukasi dilaksanakan dengan door to door ke rumah langsung ibu hamil dibantu oleh kader posyandu setempat, dengan sebelumnya dilakukan pretest dan posttest untuk evaluasi. Dari hasil plaksanaan pemberian edukasi tersebut diketahui pengetahuan peserta meningkat. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk membantu ibu dalam mendapatkan pengetahuan terkait mual muntah selama kehamilan dan penangannya untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil.  Antusiasme ibu terlihat sangat tinggi dan menghasilkan tekad yang kuat untuk dapat menjaga kehamilan dan janin di kandungnya dengan baik. Tingkat keberhasilan kegiatan ini 82%, dinilai dari hasil evaluasi.

 

Kata Kunci: Ibu hamil, mual dan muntah, edukasi.

 

Approximately 50-90% of pregnant women experience nausea and vomiting. These symptoms are usually accompanied by hypersalivation, headaches, bloating, and weakness. The psychological impact of nausea and vomiting during pregnancy affects the mother's quality of life. Some women consider nausea and vomiting to be a normal occurrence in early pregnancy, while others consider it extremely uncomfortable and disruptive. This community service activity was conducted through community education and consultation. The education was provided using leaflets containing information on nausea and vomiting during pregnancy and its management. The education was conducted door-to-door, visiting pregnant women's homes with the assistance of local community health post (Posyandu) cadres. Pre-tests and post-tests were administered for evaluation. The results of this education program indicated an increase in participants' knowledge. The community service activity went well. This activity aimed to help mothers gain knowledge about nausea and vomiting during pregnancy and its management to improve their health. The mothers' enthusiasm was very high, resulting in a strong determination to maintain their pregnancies and the fetuses they carry. The evaluation results showed an 82% success rate for this activity.

 

Keywords: Pregnant women, nausea and vomiting, education.


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Pengabdian Masyarakat Anugerah Bintan is indexed by: