PENYULUHAN TENTANG MANFAAT TELUR DALAM PENCEGAHAN STUNTING WILAYAH POSYANDU WIJAYA KUSUMA DI KAMPUS AKADEMI KEBIDANAN ANUGERAH BINTAN
Sari
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi prioritas nasional. Berdasarkan data SSGI, prevalensi stunting di Indonesia masih berada di atas target WHO. Pencegahan stunting berfokus pada fase 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), karena periode ini kritis bagi pertumbuhan anak. Asupan gizi yang cukup dan berkualitas selama 1000 HPK (sejak kehamilan hingga anak berusia 2 tahun) menentukan perkembangan fisik, kognitif, motorik, dan produktivitas balita di masa depan. Intervensi berbasis pangan lokal seperti telur menjadi strategi efektif karena kandungan protein dan mikronutriennya yang tinggi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keluarga risiko stunting melalui edukasi manfaat telur. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demonstrasi, dan evaluasi pre-post test. Bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa pemberian penyuluhan kesehatan secara individual terhadap 13 ibu yang memiliki batita. Kemudian setelah diberikan pendidikan kesehatan selanjutnya mendemonstrasikan satu resep pengelolaan telur yang mudah,murah dan simpel. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan dari 60% menjadi 85%. Disimpulkan bahwa pemberian edukasi ini sangat efektif meningkatkan pengetahuan ibu balita dalam terhdap pencegahan stunting.
Â
Kata kunci: stunting, telur, edukasi gizi, keluarga risiko
Â
Stunting is a chronic nutritional problem that remains a national priority. According to SSGI data, the prevalence of stunting in Indonesia remains above the WHO target. Stunting prevention focuses on the First 1,000 Days of Life (HPK), as this period is critical for child growth. Adequate and high-quality nutritional intake during the first 1,000 days (from pregnancy to age 2) determines the physical, cognitive, motor, and productivity development of toddlers in the future. Interventions based on local foods, such as eggs, are an effective strategy due to their high protein and micronutrient content. This community service project aims to increase families' knowledge of the risks of stunting through education on the benefits of eggs. The methods used were counseling, demonstrations, and pre-post-test evaluations. This community service activity included individual health education for 13 mothers with toddlers. Following the health education, participants demonstrated an easy, inexpensive, and simple egg preparation recipe. The results showed a significant increase in knowledge scores, from 60% to 85%. It was concluded that this education was highly effective in increasing mothers' knowledge of stunting prevention among toddlers.
Â
Keywords: stunting, eggs, nutrition education, at-risk families
Teks Lengkap:
PDFRefbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Anugerah Bintan is indexed by:





