PENDAMPINGAN KELUARGA RESIKO STUNTING MELALUI PENILAIAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA SERTA EDUKASI DI WILAYAH POSYANDU ILP WIJAYA KUSUMA

Yeti Trisnawati, Shinta Ayu Retnawati

Sari


Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang terjadi pada balita karena kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya yang seringkali disertai gangguan perkembangan psikomotor dan kematangan organic. Kekurangan gizi dalam waktu lama itu terjadi sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak (1000 Hari Pertama Kelahiran). Penyebabnya karena rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, dan buruknya keragaman pangan. Pada tahun 2021 angka stunting di Provinsi Kepulauan Riau adalah 17,6% sementara. Tanjungpinang yang merupakan ibu kota Provinsi Kepulauan Riau memiliki prevalansi lebih tinggi dari angka di provinsi yaitu 18,8%. Kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi keluarga resiko stunting melalui pelaksanaan penilaian pertumbuhan dan perkembangan balita serta dilakukan edukasi mengenai pencegahan stunting di Wilayah Posyandu Wijaya Kusuma. Mencegah stunting sejak dini, meningkatkan kualitas hidup, dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak melalui edukasi gizi dan perbaikan pola asuh. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dimulai dari tahap persiapan, sosialisasi dan pelaksanaan dengan bantuan alat dan leaflet. Dari hasil pelaksanaan sosialisasi diketahui bahwa ibu balita sangat antusias dengan penilaian tumbang anaknya dan setuju dengan materi yang dipaparkan. Perlu dilakukan penyuluhan kesehatan rutin di wilayah posyandu terhadap ibu balita dan pemberian penyuluhan stunting yang bervariasi sehingga ibu semangat untuk rutin membawa anaknya ke posyandu untuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangannya..

 

Kata Kunci: Stunting, pendampingan, keluarga, balita

 

Stunting is a condition of stunted growth that occurs in toddlers due to chronic malnutrition, resulting in the child being too short for their age, often accompanied by impaired psychomotor development and organic maturation. This long-term malnutrition occurs from the time the fetus is in the womb until the child's first 1,000 days of life. It is caused by limited access to nutritious food, low vitamin and mineral intake, and poor food availability. In 2021, the stunting rate in the Riau Islands Province was 17.6%. Tanjungpinang, the capital of the Riau Islands Province, had a higher prevalence than the provincial rate, at 18.8%. This activity aims to assist families at risk of stunting by conducting toddler growth and development assessments and providing education on stunting prevention in the Wijaya Kusuma Integrated Health Post (Posyandu) area. Preventing stunting early, improving quality of life, and optimizing child growth and development through nutrition education and improved parenting patterns. The methods used in this community service began with the preparation stage, socialization, and implementation with the help of tools and leaflets. The results of the socialization showed that mothers of toddlers were very enthusiastic about the assessment of their children's growth and agreed with the material presented. Routine health education is needed for mothers of toddlers at integrated health posts (Posyandu) and a variety of stunting education programs to encourage mothers to regularly bring their children to the Posyandu for growth and development monitoring.

 

Keywords: Stunting, mentoring, family, toddlers


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Pengabdian Masyarakat Anugerah Bintan is indexed by: