HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DAN STATUS GIZI BALITA USIA 6-24 BULAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING

Yeti Trisnawati, Radia Agusta

Sari


Stunting masih menjadi permasalahan gizi di Kota Tanjungpinang karena dampaknya bisa mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu dan status gizi balita usia 6-24 bulan dengan perilaku pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 113 ibu dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan  dengan kuesioner melalui google form dan grafik standar antropometri. Uji analisis dengan uji chi square. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ( p=0,025) dan status gizi (p=0,012) bahwa H0 ditolak karena mempunyai p-value < 0,005 yang berarti ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu dan status gizi balita dengan perilaku pencegahan stunting. Hasil penelitian juga menunjukkan tingkat pendidikan (p=0,389)) dan status sosial ekonomi (p=(0,336) menunjukkan H0 diterima yang berarti tidak ada hubungan antara usia dan status sosial ekonomi dengan perilaku pencegahan stunting. Disarankan agar bidan memberikan edukasi ataupun pemahaman kepada para ibu balita tentang pemantauan status gizi balita dengan memberikan pola makanan yang benar dan selalu meningkatkan pengetahuan agar anak tercegah dari kejadian stunting.

 

Kata Kunci : pencegahan, stunting, balita, status gizi, karakteristik

 

ABSTRACT

Stunting is still a nutritional problem in Tanjungpinang City because its impact can affect the quality of human resources. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal characteristics and nutritional status of children aged 6-24 months with stunting prevention behavior. This study used a cross sectional design with a total sample of 113 mothers selected by total sampling technique. The instruments used are questionnaires via google form and standard anthropometric charts. Test the analysis with the chi square test. The results of the analysis show that the level of education (p=0.025) and nutritional status (p=0.012) that H0 is rejected because it has a p-value <0.005, which means there is a relationship between maternal education level and nutritional status of toddlers with stunting prevention behavior. The results also showed that the level of education (p=0.389)) and socioeconomic status (p=(0.336) indicated that H0 was accepted, which means that there is no relationship between age and socioeconomic status and stunting prevention behavior. It is recommended that midwives provide education or understanding to the mothers of toddlers about monitoring the nutritional status of toddlers by providing correct food patterns and always increasing knowledge so that children are prevented from stunting.

 

Keywords: prevention, stunting, toddlers, nutritional status, characteristics


 

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adriani, M., dan Wirjatmadi, B. (2012). Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta: Kharisma Putra Utama.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI (2019). ‘Data Provinsi Kepualauan Riau Riskesdas 2018’. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes RI (2018) “Buletin Stunting,” Kementerian Kesehatan RI, 301(5), hal. 1163–1178.

Dyah U. 2017. Panduan Gizi dan Kesehatan Anak Sekeloh. Purwokerto. ANDI.

Fentiana N, Ginting D, and Zuhairiah Zuhairiah. 2019. Ketahanan Pangan Rumah Tangga Balita 0-59 Bulan Di Desa Prioritas Stunting. Jurnal Kesehatan, 12.1 (2019), 24–29.

Margaretta S, Diniarti F, Wulandari. Hubungan Pengetahuan dan Pendidikan Ibu dengan Perilaku Pencegahan Stunting Pada Balita di UPTD Puskesmas Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang Tahun 2020

Oliver J. 2013. Pencegahan Penyakit, Journal of Chemical Information and Modeling Vol 53 (9).

Qolbi PA, Munawaroh M, Jayatmi I, 2020. Hubungan Status Gizi, Pola Makan, dan Peran Keluarga terhadap Pencegahan Stunting pada Balita Usia 24-59 bulan. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia. Vol 10 (4).

Rachman RY, Larassasti NPA, Nanda SA, Rachsanzani M, Amalia R. 2021. Hubungan Pendidikan Orang Tua terhadap Resiko Stunting Pada Balita: Asystematic Review. Jurnal Kesehatan Tambusai, Vol 2 (2) Juni.

Ranoor, R.N.F. (2010). Hubungan Faktor Sosio-Ekonomi, Tingkat Konsumsi, Status Infeksi, dan Status Imunitas dengan Status Gizi Blaita. Skripsi. Surabaya: Universitas Airlangga.

Kurnia Illahi R, 2017. Hubungan Pendapatan Keluarga, Berat Lahir dan Panjang lahir dengan Kejadian Stunting Balita 24-59 Bulan di Bangkalan. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS Dr. Soetomo Vol 3(1).

Salawung N, Haryanto J, Sustini F. 2019. Faktor-faktor yang berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Bondowoso. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes. Vol 10(4) Oktober.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Cakrawala Kesehatan is indexed by: