PERBEDAAN PIJAT OKSITOSIN DAN ENDORPHINE TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI

Etika Khoiriyah, Imelda Sagita

Sari


ASI eksklusif dimaksudkan untuk menjamin pemenuhan hak bayi untuk 6 bulan dengan memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan, sehingga setiap ibu akan memberikan ASI eksklusif kepada bayi. Masalah ASI tidak keluar di hari pertama kelahiran harus diantisipasi sejak kehamilan melalui konseling laktasi, tetapi penyebaran informasi di antara petugas belum dioptimalkan sehingga perlu dilakukan alternatif cara merangsang produksi susu. Pemberian ASI merupakan salah satu pilar yang penting untuk kesehatan bayi karena ASI merupakan nutrisi yang paling tepat untuk bayi baru lahir sampai minimal bayi berusia 6 bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pijat oksitosin dan endorphine terhadap peningkatan berat badan bayi. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan rancangan yang digunakan adalah pre and post test design. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah 30 responden. Uji statistik dengan uji independen test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan berat badan bayi pada kelompok pijat oksitosin 661.20 dan pada kelompok pijat endorphin 598.60, dengan p value 0.454 > 0.05 maka H0 diterima dan H1 ditolak artinya tidak ada perbedaan kenaikan berat badan bayi dari kelompok yang mendapatkan pijat oksitosin maupun endorphine.  Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara pemberian pijat oksitosin dan pijat endorphine terhadap peningkatan berat badan bayi. Kedua teknik pijatan ini sama-sama efektif untuk meningkatkan berat badan bayi. Saran penelitian ini diharapkan kedua teknik pijat ini dapat digunakan oleh ibu menyusui  melalui peningkatan produksi ASI untuk membantu meningkatkan berat badan bayi.

 

Kata Kunci: Pijat oksitosin, endorphine, berat badan bayi.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aprilia, Y. & B. R. (2011) Melahirkan Nyaman Tanpa Rasa Sakit. Jakarta: Gramedia.

Danuatmaja B dan Meiliasari M. 2007.40 hari pasca persalinan, masalah dan solusinya. Jakarta: Puspa Swara.

Dewi, Retno Kusuma. (2018). Pengaruh Pijat Endorphine oleh Suami Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Post Partum.

Dewi Vivian dan Sunarsih Tri.(2011). Asuahan Kebidanan Pada : Ibu Nifas. Jakarta: Salemba Medika

Dinas Provinsi Kepulauan Riau. (2017). Profil Dinas Kesehatan Provindi Kepulauan Riau.

Hamranani, S. 2010, Pengaruh pijat oksitosin terhadap involusi uterus pada ibu post partum yang mengalami persalinan lama di rumah sakit wilayah Kabupaten Klaten. Tesis UI: tidak dipublikasikan.

Hidayat, Alimul, A (2011). Metode Penelitian Kebidanan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.

Kemenkes (2012) Survei Demografi Kesehatan Indonesia . Jakarta

Kemenkes RI. 2017.

Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016.

Kemenkes RI. 2019. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2018.

Lawrence, R.A (2004). Breastfeeding : A Guide For The Medical Profession, St louis: CV,Mosby

Machfoedz, Ircham (2009). Metodologi Penelitian : Bidang Kesehatan, Keperawatan, dan Kebidanan, Jakarta: F Tramaya.

Mardiningsih, Eko ( 2010). Efektifitas kombinasi teknik marmet dan pijat oxytocin terhadap produksi ASI ibu post section cesarean di Rumah sakit Wilayah jawa Tengah. Tesis . Universitas Indonesia:Jakarta

Moberg ( 1998). Oxytosin May Mediate The Benefit of Positif Social Interaction and Emotion.

Notoatmodjo,S. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta ; PT Rineka Cipta

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Nursalam. (2011). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pedoman Skripsi,Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Poedianto. 2002. Kiat sukses menyusui. Jakarta: Aspirasi Pemuda.

Riksani, Ria. (2012). Keajaiban ASI (Air Susu Ibu). Jakarta: Dunia Sehat

Roesli, U. (2005). Mengenal ASI Esklusif ; Jakarta ; trubus Agriwidya.

Roesli, U. & Yohwi E ( 2009). Manajemen Laktasi. Jakarta ; IDAI.

Saifuddin,Abdul Bari,dkk. (2009). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirojardjo

Soetjiningsih.2012. ASI Petunjuk untuk Tenaga Kesehatan. Jakarta: EGC.

Sugiyono (2001). Statistik Untuk Penelitian. Bandung; CV. Alfabeta.

Sugiyono. (2007). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

Suradi, R dan Hesti. 2010. Manajemen Laktasi. Jakarta: Program Manajemen Laktasi Perkumpulan Perinatologi Indonesia

Suryani.Emy. 2016. Pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI ibu postpartum di BPM wilayah Kabupaten Klaten

Wiji (2013). ASI dan Panduan Ibu Menyusui. Yogyakarta : Nuha Medika

Widayati, W., Soepardan, S., Kholifah, L.,,,N, Wahyuningsih, D., & Yuliastuti, S. (2016). SPEOS (Endorphins and Oxcytocin Massage Stimulation and Suggestive Provision) Reduce The Duration Of Breast Milk Production Among The PUERPERAL WOMEN IN MIDWIFE PRIVATE Practitioners Of Cirebon District. 4th Asian Academic Society International Conference (AASIC) 2016


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Cakrawala Kesehatan is indexed by: