PENGARUH DEEP BREATHING EXERCISE (DBE) TERHADAP INSOMNIA PADA WANITA MENOPAUSE

Ani Mulyandari, Novia Novita Sari

Sari


Latar Belakang : Perubahan hormon dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon sehingga menyebabkan kualitas tidur menurun hampir semua wanita pasca menopause pada umumnya telah mengalami berbagai macam keluhan Insomnia merupakan salah satu dari tipe dari kejadian sleep disorder dimana kesulitan memulai tidur atau mempertahankan tidur, dan tidur yang tidak restoratif atau menyegarkan. Sebagai alternatif untuk mengurangi gejala depresi yang mengakibatkan terjadinya insomnia dapat dilakukan teknik relaksasi dengan latihan pernapasan seperti Deep Breathing Exercise (DBE). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh Tehnik Nafas Dalam terhadap insomnia pada wanita menopause

Metode Penelitian : Quasi eksperimen dengan menggunakan one group pre-test and post-test design. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data didapatkan dengan menggunakan Insomnia Severity Index untuk mengetahui derajat insomnia sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa Deep Breathing Exercise selama 2 minggu. Pengujian Statistik menggunakan uji Wilcoxon Rank.

Hasil Penelitian : Responden yang sudah menopause dan mengalami insomnia pada pretest didapatkan sebanyak 2 orang (13%) mengalami insomnia ringan, 9orang (60%) mengalami insomnia sedang, dan 4 orang (26,7%) mengalami insomnia parah. Setelah diberi perlakuan diperoleh hasil orang yang mengalami insomnia ringan 10 orang (66.7%), insomnia sedang5 orang (33,3%), dan tidak ada yang mengalami insomnia parah. Data tersebut diuji dengan Wilcoxon Rank diperoleh nilai sig 0.002 < 0.05 yang artinya terdapat perbedaan pengaruh antara Deep Breathing Exercise terhadap insomnia pada wanita menopause.

Kesimpulan: Ada pengaruh antara Deep Breathing Exercise terhadap insomnia pada wanita menopause.

Kata Kunci : Deep Breathing Exercise, insomnia, menopause


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


American Psychiatric Association, 2013. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Fifth Edition, DSM-V. Arlington, VA: American Psychiatric Association, 362 -367

Aqila S. 2015. Bahagia di Usia Menopause. Yogyakarta: A Plus Books

Arfa M. 2014, Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam terhadap Penurunan Nyeri pada Pasien Post-Operasi Appendisitis di Ruangan Bedah RSUD Prof. Dr. Hi. Aloei Saboe Kota Gorontalo, Tesis, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo

Baziad A. 2013. Menopause, Andropause, dan Terapi Sulih Hormon. In: Baziad A. Menopause dan Andropause. Jakarta Pusat: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 1-6.

Bluestein D, Rutledge CM, and Healey AC. 2015. Psychosocial Correlates of Insomnia Severity in Primary Care. JABFM.Volume 23.Nomor 2; p.2014- 211

Brunner dan Suddart. 2002. Keperawatan Medikal Bedah−Vol. 2 Ed. 8, EGC, Jakarta

Erry, 2000. Pengaruh Insomnia Dalam Kehidupan Sehari-Hari, Dexa Media No.1 Vol 13, 2000, Jakarta.

Fox-Spencer R and Brown P. 2017. Menopause. Dialih bahasakan oleh Surapsari J dan Koeswant A. Jakarta : Erlangga


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Cakrawala Kesehatan is indexed by: