HUBUNGAN MOBILISASI DINI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DENGAN PENYEMBUHAN LUKA HARI KE-3 POST SECTIO CAESAREA DI RSUD PROVINSI KEPRI DAN BLUD-RS KOTA TANJUNGPINANG TAHUN 2017
Sari
Latar belakang: Badan Kesehatan Dunia merekomendasikan bahwa angka persalinan dengan tindakan Sectio caesarea (S.C) tidak boleh lebih dari 10-15 persen. Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan kelahiran bedah sesar wilayah Kepulauan Riau sekitar 17,9 persen. Data dari Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang bahwa jumlah persalinan sectio caesarea tahun 2016 meningkat menjadi 10,46 persen dari sebelumnya. Demikian juga jumlah persalinan sectio caesarea di RSUD Provinsi Kepri dan BLUD-RS Kota Tanjungpinang pada tahun 2016 meningkat 4,6-7,8% dari sebelumnya. Berdasarkan latar belakang dan data di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini.
Metode: Penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional.
Populasi adalah seluruh ibu nifas post sectio caesarea yang dirawat di RSUD
Provinsi Kepri dan BLUD-RS Kota Tanjungpinang dengan jumlah sampel 30 orang yang diambil secara sampling jenuh. Analisis data menggunakan uji chi square.
Hasil: Hasil uji chi square ρ value adalah 0,004 artinya ρ value < 0,05 dan X2 =
8,438 > 3,841.
Kesimpulan: Ada hubungan antara mobilisasi dini pada ibu post sectio caesarea
dengan penyembuhan luka hari ke-3 post sectio caesarea di RSUD Provinsi Kepri
dan BLUD-RS Kota Tanjungpinang Tahun 2017.
Kata Kunci : Mobilisasi Dini, Penyembuhan Luka Post Sectio caesarea
Teks Lengkap:
PDFRefbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Cakrawala Kesehatan is indexed by:





