ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN MENYUSUI PADA NY. C UMUR 26 TAHUN DENGAN BENDUNGAN ASI DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN (PMB) HJ. SRI SARTIASIH., SST TANJUNGPINANG TAHUN 2025

Sherli Kartika, Kartika Sri Dewi Batubara, Rita Ridayani, Rahmadona Rahmadona

Sari


Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi tantangan di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah komplikasi pada masa nifas, termasuk masalah laktasi seperti bendungan ASI. Bendungan ASI dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan menghambat keberhasilan ASI eksklusif jika tidak ditangani dengan tepat. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk mengatasinya adalah perawatan payudara. Rumusan masalah dalam laporan ini adalah pelaksanaan asuhan kebidanan masa nifas dengan penerapan perawatan payudara pada Ny. C yang mengalami bendungan ASI di PMB Hj., Sri Sartiasih, SST Kota Tanjungpinang. Tujuan penelitian ini melaksanakan asuhan kebidanan masa nifas dalam mengatasi bendungan ASI melalui metode perawatan payudara. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada Ny. C usia 26 tahun, P3A0H3, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Asuhan dilakukan selama empat kali kunjungan nifas (KF1–KF4) dengan intervensi edukasi menyusui, pijat oksitosin, dan perawatan payudara. Setelah dilakukan perawatan payudara secara rutin, keluhan nyeri dan pembengkakan berkurang, produksi ASI meningkat, dan tidak ditemukan komplikasi lanjutan hingga akhir masa nifas. Perawatan payudara merupakan metode nonfarmakologis yang efektif dan aman untuk mengatasi bendungan ASI, memperlancar produksi ASI, serta mendukung keberhasilan ASI eksklusif pada ibu nifas.

Kata Kunci: Asuhan Kebidanan Nifas, Bendungan ASI, Perawatan Payudara

 

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain a challenge in Indonesia. One of the causes is complications during the postpartum period, including lactation problems such as breast engorgement. Breast engorgement can cause pain, swelling, and hinder the success of exclusive breastfeeding if not handled properly. One effective non-pharmacological intervention to overcome this is breast care. The problem formulation in this report is the implementation of postpartum midwifery care with the application of breast care to Mrs. C who experienced breast engorgement at PMB Hj., Sri Sartiasih, SST Tanjungpinang City. The purpose of this study is to implement postpartum midwifery care in overcoming breast engorgement through breast care methods. This study uses a case study approach on Mrs. C, 26 years old, P3A0H3, with data collection through interviews, observations, and physical examinations. Care was carried out during four postpartum visits (KF1–KF4) with interventions of breastfeeding education, oxytocin massage, and breast care. After routine breast care, pain and swelling decreased, milk production increased, and no further complications were observed until the end of the postpartum period. Breast care is an effective and safe non-pharmacological method for addressing breast engorgement, increasing milk production, and supporting successful exclusive breastfeeding in postpartum mothers.

Keywords: Postpartum Midwifery Care, Breast Enlargement, Breast Care


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Dianatha, I. M. (2023). Asuhan Kebidanan Masa Nifas: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Deepublish.

Handayani, S., Puspitasari, N., & Rahayu, D. (2023). Pengaruh perawatan payudara terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada ibu postpartum. Jurnal Ilmiah Bidan, 11(1), 45–52. https://doi.org/10.31227/osf.io/xyz123

Kementerian PPN/Bappenas. (2025). Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045: Indonesia Emas 2045. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kehamilan, Persalinan, Nifas, Kontrasepsi, dan Kesehatan Seksual. Jakarta: Kemenkes RI.

Pratiwi, D., Hidayati, N., & Rini, A. (2023). Faktor yang berhubungan dengan kelancaran pemberian ASI pada ibu nifas. Jurnal Kesehatan Reproduksi dan Kebidanan, 14(2), 101–110.

Sukarni, I. (2015). Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui. Yogyakarta: Nuha Medika.

Taqiyah, L., Dewi, P., & Yuliana, S. (2019). Faktor penyebab bendungan ASI pada ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Sukoharjo. Jurnal Kebidanan Indonesia, 10(2), 87–94. https://doi.org/10.31227/osf.io/abc456

Utami, S., Rahayu, A., & Marlina, D. (2021). Efektivitas perawatan payudara terhadap produksi ASI pada ibu postpartum. Jurnal Bidan Sejahtera, 9(2), 74–82.

Wahyuningsih, D. (2018). Peran Bidan dalam Asuhan Kebidanan Komprehensif. Bandung: Refika Aditama.

World Health Organization (WHO). (2020). Trends in Maternal Mortality: 2000 to 2020 – Estimates by WHO, UNICEF, UNFPA, World Bank Group and the United Nations Population Division. Geneva: WHO.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Cakrawala Kesehatan is indexed by: