HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN PRE EKLAMSIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS NOGOSARI

Milla Angelina, Novita Nurhidayati, Sri Handayani, Asih Dwi Astuti

Sari


Salah satu penyebab kematian tertinggi pada ibu hamil selain pendarahan adalah preeklampsia yang merupakan kondisi sebelum terjadinya eklamsia dan merupakan komplikasi pada kehamilan. Preeklamsia (PE) merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah ≥140/90 mmHg setelah usia kehamilan 20 minggu disertai proteinuria atau tanda kerusakan organ lainnya. Menurut World Health Organization (WHO), gangguan hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di dunia. Salah satu faktor risiko yang berperan kuat adalah status gizi ibu hamil, termasuk kondisi kurang gizi, normal, overweight atau obesitas. Status gizi ibu hamil merupakan faktor penting yang mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil. Metode : merupakan penelitian kuantitatif dengan desain  case control. Sampel yang digunakan adlah sebagian ibu hamil yang melakukan pemeriksaan diPuskesmas Nogosari tahun 202, sejumlah 70 ibu hamil dengan Pre Eklamsia yang diambil secara total sampling dan 70 ibu hamil tidak pre eklamsia yang diambil secara simple random sampling. Analisis data uji Chi-Square. Hasil: Dari 38 ibu hamil dengan status gizi normal, sebanyak 29 orang (76,3%) tidak mengalami preeklampsia dan 9 orang (23,7%) mengalami preeklampsia. Dari 102 ibu hamil dengan status gizi tidak normal, sebanyak 41 orang (40,2%) tidak mengalami preeklampsia dan 61 orang (59,8%) mengalami preeklampsia. Hasil uji chi square didpaatakan p value : 0,003 (,0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan status gizi dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil.

Kata Kunci: Status Gizi, Pre Eklamsia , Kehamilan

One of the leading causes of maternal mortality, besides hemorrhage, is preeclampsia, a condition that precedes eclampsia and is considered a serious complication during pregnancy. Preeclampsia (PE) is characterized by elevated blood pressure (?140/90 mmHg) after 20 weeks of gestation, accompanied by proteinuria or other signs of organ dysfunction. According to the World Health Organization, hypertensive disorders during pregnancy are among the major causes of maternal mortality worldwide. One of the strongest risk factors associated with preeclampsia is the nutritional status of pregnant women, including undernutrition, normal nutritional status, overweight, and obesity. Maternal nutritional status is an important factor influencing both maternal and fetal health.Objective: To determine the relationship between nutritional status and the incidence of preeclampsia among pregnant women. Methods: This study employed a case-control research design. A total of 140 pregnant women were included as respondents. Of these, 70 pregnant women had preeclampsia (50%) and 70 pregnant women did not have preeclampsia (50%). Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test. Results: Among 38 pregnant women with normal nutritional status, 29 women (76.3%) did not develop preeclampsia, while 9 women (23.7%) developed preeclampsia. Among 102 pregnant women with abnormal nutritional status, 41 women (40.2%) did not develop preeclampsia, whereas 61 women (59.8%) developed preeclampsia. Conclusion: There was a significant relationship between nutritional status and the incidence of preeclampsia among pregnant women.

Keywords: Nutritional Status, Preeclampsia, Pregnancy.



Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Della, H., Fadhilah, S., & Merida, Y. (2025). Hubungan status gizi ibu hamil dengan kejadian preeklamsia di Puskesmas Sungai Durian Sintang. Volume 3,Nomor 4, November2025. DOI : https://doi.org/10.57214/jasira.v3i4.264 . Jurnal Siti Rufaidah.

Permata, F., Febriyani, P.A., & Novita, A. (2025). Hubungan riwayat hipertensi, status gizi, dan preeklamsia berat pada ibu hamil. Jurnal Kesehatan Tambusai.

Lailiyah, Y., et al. (2025). Maternal age, pregnancy spacing, and nutritional status associated with preeclampsia. Indonesian Journal on Health Science and Medicine.

Mangkuluhur, A., et al. (2024). Hubungan perilaku konsumsi nutrisi dengan risiko kejadian preeklamsia. Journal of Health Research Science.

PubMed Literature Review. Dietary factors that affect the risk of pre-eclampsia.

Elawad, T. (2024). Risk factors for pre-eclampsia in clinical practice guidelines: Comparison with the evidence. BJOG: An International Journal of Obstetrics & Gynaecology, 131(1), 46–62. https://doi.org/10.1111/1471-0528.17417

Wang, Y., Ssengonzi, R., Townley-Tilson, W. H. D., Kayashima, Y., Maeda-Smithies, N., & Li, F. (2024). The roles of obesity and ASB4 in preeclampsia pathogenesis. International Journal of Molecular Sciences, 25(16), 9017. https://doi.org/10.3390/ijms25169017

Suhardin, N. I. A., dkk. (2026). HUBUNGAN INDEKS MASA TUBUH (IMT) DENGAN RISIKO PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL. Volume 10, Nomor 1, April2026

Saputra, N. (2021) Metodologi penelitian kuantitatif. cetakan 1. Diedit oleh M. P.

Nanda Saputra. aceh: Yayasan Penerbit Muhammad Zaini Anggota IKAPI (026/DIA/2012).

Indarwati dkk. (2020) Penerapan Metode Penelitian Dalam Praktik Keperawatan Komunitas Lengkap Dengan Contih Proposal, Cv. Indotama Solo. Solo

Wilkerson, G. dan Ogunbodede, A. C. (2019) “Hypertensive Disorders of Pregnancy,” Emerg Med Clin North Am, 37(2). doi: https://doi.org/10.1016/j.emc.2019.01.008.

Kemenkes (2024a) Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: Kemenkes RI. doi: 978-623-301-149-5

Kemenkes (2025) . PEDOMAN PENYELENGGARAAN PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI KOMPREHENSIF DI RUMAH SAKIT 2025 . Jakarta: Kementerian Kesehatan RI

Ahmadi, F. (2019). Kehamilan, janin & nutrisi. Yogyakarta

Sulistiawati, R., Fitriani, H. dan Zakiyya, A. (2021) “Edukasi Berdasarkan Status IMT Prahamil Dalam Upaya Peningkatan Berat Badan Ibu Hamil,” JIDAN Jurnal Ilmiah Bidan, 9(1). doi: https://doi.org/10.47718/jib.v9i1.1475.

Garaika dan Darmanah (2019) Metodologi Penelitian. Lampung Selatan: CV Hira Tech.

Darwin, M. dkk. (2021) Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif. Diedit oleh T.S. Tambunan. Bandung: CV. Media Sains Indonesia


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Cakrawala Kesehatan is indexed by: