HUBUNGAN KENAIKAN BERAT BADAN IBU SELAMA HAMIL DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD KOTA TANJUNGPINANG TAHUN 2017
Sari
Latar Belakang: Menurut data World Health Organitation (WHO) pada tahun 2011 menunjukan bahwa prevalensi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sebanyak 15,5%. Di Indonesia BBLR mengalami peningkatan dari 9% pada tahun 2011 menjadi 11,1% di tahun 2012. Dampak yang terjadi pada BBLR Adalah ketidakmatangan sistem organ pada bayi tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kenaikan berat badan ibu selama hamil dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Kota Tanjungpinang Tahun 2017.
Metode: Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan secara Cross Sectional. Metode pengambilan sampel dengan teknik Simple random Sampling. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada ibu yang melahirkan di RSUD Kota Tanjungpinang dari Bulan Januari sampai Juni Tahun 2017 dengan jumlah sampel 56 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik Chi Square (X 2 ), dengan tingkat kepercayaan α = 0,05.
Hasil: Ibu hamil yang kenaikan berat badannya cukup yang mengalami Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sebanyak 82,6% responden, sedangkan ibu hamil yang kenaikan berat badan tidak cukup yang mengalami Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sebanyak 51,5% responden. Hasil analisa statistik dengan uji Chi Square menunjukan p (p = 0,035 < 0.05) sehingga dapat disimpulkan Ho ditolak yang artinya ada hubungan antara kenaikan berat badan ibu selama hamil dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
Kesimpulan: kenaikan berat badan ibu selama hamil berpengaruh terhadap kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Kota Tanjungpinang Tahun 2017.
Teks Lengkap:
PDFRefbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Cakrawala Kesehatan is indexed by:





